Monday, 30 November 2015

Sikap Orang Tua tentang Anak yang Bertanya Soal Kondom

Sumber : Tidak Diketahui
Wajar ketika anak-anak ingin tahu banyak hal. Namun, ketika anak bertanya soal kondom, bukan berarti orang tua tak bisa memberikan edukasi seks pada buah hatinya.

Psikolog seksual Zoya Amirin menerangkan ketika anak tak sengaja melihat kondom atau ia sekadar bertanya soal kondom pada orang tua, jelaskan fungsi dari kondom itu sendiri di antaranya mencegah kehamilan dan menularnya penyakit menular seksual (PMS).

"Bilang pada anak itu kondom adalah alat kontrasepsi untuk cegah kehamilan dan penularan penyakit menular seksual. Jelaskan bahwa untuk punya anak kan harus diatur, ibaratnya nggak bisa dong punya anak terus-terusan, gitu misalnya," kata Zoya ditemui usai Media Workshop #CondomEmoji di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat (27/11/2015).

Menurut Zoya, membicarakan seks dengan anak sebagai bentuk edukasi itu perlu. Sebab, berhenti membicarakan seks bukan berarti anak juga berhenti memikirkan seks atau ingin tahu soal seks. Sederhananya, kata Zoya, bicarakan saja terlebih dulu soal konsep pacaran di mana ayah dan ibu sepakat kapan anak boleh pacaran dan jelaskan alasannya.

Menurut Zoya, dengan begitu setidaknya saat anak sudah pubertas orang tua tahu mereka mulai berpotensi melakukan hubungan seks. Untuk itu mencegah seks pranikah amat penting salah satunya melalui edukasi seks.

"Saat menstruasi atau mimpi basah mereka kan bisa terangsang dengan lawan jenis. Makanya kita perlu beri tahu bagaimana cara aman berhubungan dengan temannya sehari-hari, sehingga hal yang tidak diinginkan bisa kita hindari," tegas Zoya.

Dalam kesempatan sama, Faraz Shamsi selaku Marketing Director Reckitt Benckiser Indonesia menuturkan data 3GEM research on behalf of Durex sampai Oktober 2015 menunjukkan 80 persen anak muda mengaku lebih mudah mengekspresikan diri melalui emoji. Sebanyak 84 persen dari mereka bahkan merasa lebih nyaman berbicara tentang seks dengan menggunakan emoji.

Sehingga, tidak tabu lagi membicarakan seks dengan kawula muda diharap bisa membuat mereka paham dengan kesehatan reproduksinya dan ketika sudah menikah nanti mereka paham akan seks yang aman seperti apa.


Gaya Bercinta untuk Capai Orgasme Bersama

Bercinta
Gaya bercinta yang liar dan penuh tantangan memang begitu menyenangkan. Namun tidak berarti posisi bercinta yang romantis dan hangat tidak menarik. Menurut Rachel Evans, pelatih dan penulis urusan hubungan asmara, setiap pasangan wajib memiliki kegiatan posisi bercinta yang romantis di setiap sesi ranjang. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan keintiman dan romansa yang ada antara satu sama lain.

Melansir Sofeminine, Kamis, 12/11/2015, berikut ini adalah posisi bercinta paling romantis yang patut dicoba berpasangan:

Rocking horse

Rachel mengatakan cara terbaik untuk mendapatkan suasana romantis saat bercinta adalah melalui kontak mata. Seperti posisi bercinta rocking horse.

Posisi ini seperti women on top, yaitu si wanita berada di atas pria dengan posisi dua kaki terbuka dan lutut ditekut. Irama yang lambat, pelukan, dan tatapan mata akan membuat suasana ranjang semakin intim dan hangat.

Slide

Pegang pinggul pasangan wanita Anda, geser ke atas dan ke bawah. Cepat atau lambat itu terserah Anda dan pasangan.

Posisi ini seperti gaya bercinta misionaris. Namun wanita berada di atas dengan posisi kedua kaki lurus dan sejajar dengan kaki pria. Di posisi ini Anda dapat bermain ciuman bersama pasangan, Anda juga dapat mengangkat badan sekitar 45 derajat untuk mendaratkan bibir di puting pasangan.

Close-up

Sama dengan posisi spoon. Rachel menuturkan jika posisi ini sangat bagus untuk menghidupkan romantisme yang hilang akibat aktivitas sehari-hari.

Posisi bercinta gaya samping ini membuat Anda dan pasangan melekat satu sama lain. Berbaringlah dan biarkan pria Anda memeluk dari belakang. Biarkan ia melakukan penetrasi dari belakang. Biarkan pria anda melakukan semua yang dinginkan. Umumnya pria akan meletakkan kedua tangannya di perut dan payudara sambil mengecup leher wanitanya,

Lotus

Jika Anda dan pasangan ingin sesuatu yang instan dan intim, lotus bisa menjadi plihannnya.

Biarkan pria Anda mengambil posisi duduk, sedangkan Anda duduk di atasnya dengan merangkulkan kedua kaki di pinggangnya, seperti bunga lotus alias teratai. Di sini Anda akan mendapatkan semua rangsangan di klitoris yang membuat Anda mabuk kepayang, begitu juga dengan pasangan. Semakin cepat gerakan yang Anda lakukan akan membuat pasangan tak berdaya.


Kulit Pisang Baik Dimakan

Kulit Pisang
Selama ini memakan buah pisang berarti mengupas dulu kulitnya, baru makan buahnya. Dan kulitnya pun dibuang. Tapi fakta menyebutkan ternyata kulit pisang ini bisa dimakan. Bahkan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Penasaran?

Laman Foodandwine menjelaskan awalnya kita berpikir kulit pisang ini baik untuk dua hal yaitu melindungi pisang dan disajikan sebagai lucu-lucuan untuk membuat orang terpeleset. Anggapan itu terus berlanjut sampai kita mendengar bahwa kulit pisang tidak hanya aman untuk dimakan tapi juga justru dianjurkan.

Mengapa kulit pisang dianjurkan?

Kulit pisang memiliki kandungan gizi yang tinggi karena bisa menambah kadar kalium yang bisa membantu menyeimbangkan elektrolit dan pertumbuhan sel. Kulit pisang juga nerupakan sumber magnesium yang baik yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan kekebalan tubuh yang kuat. Selain itu, kulit pisang juga mengandung serat yang baik untuk kesehatan usus. Dilengkapi pula dengan vitamin B12 dan B6 yang baik untuk metabolismen dan kekuatan sel.

Bagaimana rasanya?

Tergantung pada seberapa matang kulit pisang. Kulit pisang yang belum matang kulitnya tebal, berserat dan pahit. Sedangkan kulit pisang yang matang, kulitnya tipis dan lebih manis, membuat kulit pisang layak untuk dikonsumsi.

OK, lalu bagaimana makannya?

Pertama, pastikan Anda membeli pisang organik, karena kulit pisang ini tidak kena pestisida. Lalu Anda bisa mencamputnya menjadi smoothie atau buat teh pisang yang ternyata bisa membantu Anda tidur karena mengandung tryptophan.

Apa Anda yakin orang mau melakukan itu?

Tentu saja.Ternyata banyak dunia (terutama budaya Asia dan India) telah makan kulit pisang selama bertahun-tahun. Meskipun saat ini tidak diperlukan bahwa Anda membuat kue menggunakan bahan dari seluruh pisang, kulit adalah sumber tambahan vitamin dan nutrisi yang baik. 

 

Ads Inside Post